TEORI MOTIVASI
motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan atau energi seseorang yang dapat menimbulkan rasa untuk terus bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya. hal ini terjadi antara individu dengan individu ataupun individu dengan lingkungan. beberapa proses yang mengkhususkan intensitas, arah dan kegigihan dari individu untuk mencapai tujuan khusus terutama tujuan organisasi.
Ada beberapa elemen penting dalam motivasi yaitu
1.intensitas : usaha seseorang dalam mencapai tujuan tertentu sehingga dia mencapai target keinginan yang dia inginkan
2.arah : memiliki tujuanyang jelas dan terarah
3: kegigihan: kegigihan seseorang dalam mempertahankan usahanya untuk mencapai tujuan
teori motivasi Mccregor tentang teori x dan y
teori x adalah teori yang bersifat:
- pekerja yang memiliki ambisi yang lemah
- pekerja yang kurang memiliki semangat dalam bekerja
- pekerja yang memiliki rasa tanggung jawab yang kurang terhadap pekerjaanya
teori y adalah teori yang memiliki sifat:
-memiliki semangat bekerja yang tinggi
- memiliki ambisi yang tinggi dalam mencapai tujuan
-menyukai pekerjaannya dan menikmati pekerjaannya
- pekerja yang memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam melakukan pekerjaannya
teori maslow adalah teori yang berkaitan dengan kebutuhan hirarki dan memiliki 5 tingkatan kebutuhan yang terdiri dari:
1. kebutuhan fisiologis
kebutuhan yang paling mendasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. jadi kebutuhan seperti makan, minum, tempat tinggal, dan oksigen adalah contoh kebutuhan mendasar manusia. misalkan manusia lapar maka manusia akan mencari makan bukan mencari yang lainnya.
2. kebutuhan akan rasa aman dan selamat
kebutuhan akan rasa aman diantaranya adalah rasa aman fisik,stabilitas,ketergantungan, perlindungandan dari daya-daya mengancam seperti, perang terorisme dan sebagainya.misalnya ita terbebas dari penjajahan, bebas dari ancaman sehingga tercipta rasa aman dan selamat
3.kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang
kebutuhan ini meliputi dorongan untuk memiliki teman atau sahabat, keinginan untuk memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. manusia biasanya membutuhkan rasa dimiliki dan diterima, entah itu datang dari kelompok sosial yang luas seperti teman geng, organisasi atau kelompok sosial yang kecil seperti angota keluarga, pasangan. mereka membutuhkan untuk mencintai dan dicintai oleh yang lainnya. tidak terpenuhinnya kebutuhan ini maka orang akan rentan merasa sendirian, gelisah,dan depresi.
4. kebutuhan akan penghargaan
kebutuhan untuk mendapatkan rasa hormat dengan memberikan penghargaan seperti status, pengakuan, prestasi,martabat.
5. aktualisasi diri.
kebuuhan yang melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. sehingga memiliki kemampuan menjadi apa menurut kemauan dan kemampuan
-
Rabu, 12 Oktober 2016
Minggu, 02 Oktober 2016
PERILAKU ORGANISASI PO#4
Motivasi Kerja
Motivasi adalah dorongan yang dapat membangkitkan kemauan kerja karyawan untuk memulai melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. motivasi kerja sangatlah penting bagi karyawan untuk membantu perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan dengan peningkatan prestasi kerja dari karyawan. motivasi adalah tugas yang paling penting bagi para pemimpin karena pemimpin harus bisa mendorong gairah dan semangat kerja para karyawan, meningkatkan produktivitas kerja karyawan, mempertahankan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
contoh motivasi kerja seperti pemimpin akan memberikan bonus berupa tambahan uang bagi karyawannya yang mengerjakan pekerjaan dengan baik dan pemimpin tersebut sangat puas atas pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawannya. itu menimbulkan rasa semangat karyawan untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, serta dapat mencapai tujuan yang dinginkan.
Faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi kerja :
1. faktor imbalan atau reward
jika dikelola dengan baik, maka sistem imbalan atau reward terhadap karyawan yang berprestasi akan meningkatkan dampak yang besar untuk peningkatan motivasi contohnya karyawan yang memiliki prestasi yang baik didalam perusahaan diberikan reward atau imbalan tiket berlibur ke luar negri.
2. faktor kondisi mental karyawan itu sendiri
jika seorang karyawan memiliki mental yang kuat, maka dia akan tetap memiliki motivasi kerja walau ada beberapa faktor yang kurang mendukung. mereka memiliki pikiran jauh kedepan, pandangannya tidak sempit hanya saat ini saja, mereka memiliki jiwa yang besar untuk tetap memberikan kontribusi sebaik mungkin.
3. kondisi lingkungan kerja
kondisi lingkunga kerja dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan apabila kondisi lingkungan kerja nyaman maka dapat berdampak pada peningkatan motivasi kerja karyawan.
Motivasi adalah dorongan yang dapat membangkitkan kemauan kerja karyawan untuk memulai melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. motivasi kerja sangatlah penting bagi karyawan untuk membantu perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan dengan peningkatan prestasi kerja dari karyawan. motivasi adalah tugas yang paling penting bagi para pemimpin karena pemimpin harus bisa mendorong gairah dan semangat kerja para karyawan, meningkatkan produktivitas kerja karyawan, mempertahankan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
contoh motivasi kerja seperti pemimpin akan memberikan bonus berupa tambahan uang bagi karyawannya yang mengerjakan pekerjaan dengan baik dan pemimpin tersebut sangat puas atas pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawannya. itu menimbulkan rasa semangat karyawan untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, serta dapat mencapai tujuan yang dinginkan.
Faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi kerja :
1. faktor imbalan atau reward
jika dikelola dengan baik, maka sistem imbalan atau reward terhadap karyawan yang berprestasi akan meningkatkan dampak yang besar untuk peningkatan motivasi contohnya karyawan yang memiliki prestasi yang baik didalam perusahaan diberikan reward atau imbalan tiket berlibur ke luar negri.
2. faktor kondisi mental karyawan itu sendiri
jika seorang karyawan memiliki mental yang kuat, maka dia akan tetap memiliki motivasi kerja walau ada beberapa faktor yang kurang mendukung. mereka memiliki pikiran jauh kedepan, pandangannya tidak sempit hanya saat ini saja, mereka memiliki jiwa yang besar untuk tetap memberikan kontribusi sebaik mungkin.
3. kondisi lingkungan kerja
kondisi lingkunga kerja dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan apabila kondisi lingkungan kerja nyaman maka dapat berdampak pada peningkatan motivasi kerja karyawan.
Minggu, 25 September 2016
perilaku organisasi #3
ATTITUDE AND JOB SATISFACTION
TASK adalah singkatan dari talent,attitude,skill,dan knowledge. dimana talent berarti bakat,attitude berarti sikap,skill berarti keahlian, dan knowledge yang berarti pengetahuan. semua hal tersebut harus kita miliki apabila ingin mendapatkan kepuasan kerja yang kita kerjakan. sikap adalah kesiapan untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu perasaan ini menjadi konsep yang mempresentasikan suka atau tidak sukanya kepada seseorang. sedangkan kepuasan kerja adalah suatu keadaan dimana suatu sikap seseorang dalam suatu pekerjaannya secara emosional akibat penilaian yang didapatkan dari suatu pekerjaan yang dilakukannya.
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja antara lain pekerjaan itu sendiri.setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. sulit atau tidaknya suatu pekerjaan yang dikerjakan itu semua tergantung kepada kita semua. apabila kita memiliki keterampilan, keahlian, serta passion yang kuat di dalam pekerjaan tersebut maka kita akan senang dalam melakukan perkejaan tersebut walaupun tidak mudah dalam mengerjakannya. jadi kita bekerja berdasarkan kesenangan- kesenangan sehingga tercapailah kepuasan kerja. lalu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah atasan kita sendiri. atasan yang baik adalah atasan yang mau menghargai bawahannya. apabila bawahan melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaan maka atasan melakukan koreksi kesalahan yang dilakukan oleh bawahan.
apabila kita melakukan pekerjaan sesuai dengan passion yang kita miliki maka dalam melakukan pekerjaan tersebut kita akan merasa bahagia. sikap kita terhadap pekerjaan tersebut juga akan baik.
komponen-komponen sikap, diantaranya :
1. cogintive
kepercayan dari seseorang terhadap suatu hal
2. affective
perasaan seseorang dari suatu pengalamannya
3. behavioral
sikap yang direncanakan
Minggu, 18 September 2016
Aktivitas Manajer
peran seorang manajer dalam suatu perusahaan sangatlah penting. didalam suatu perusahaan apabila tidak memiliki seorang manajer maka perusahaan tersebut bisa dipastikan akan bangkrut karena proses manajemen dalam perusahaan tersebut tidak berjalan dengan baik. walaupun sumber daya alat dan infrastrukturnya lengkap namun apabila tidak ada yang mengatur maka hal itu tidak ada artinya oleh karena itu peran manajer didalam suatu perusahaan sangatlah penting.
manajer yang hanya mau menyuruh menyuruh saja tanpa mau dikoreksi apalagi disalahkan bukanlah seorang manajer yang baik. hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja para bawahannya yang dia bawahi dan akhirnya berdampak kepada kelangsungan dari perusahaan atau organisasi itu sendiri. maka ada 4 aktivitas manajer yang harus dijalani dengan baik oleh seorang manajer yaitu:
1.Traditional Management
aktivitas yang berisikan tentang keputusan, pengawasan,dan perencanaan seorang manajer didalam perusahaan yang telah dipersiapkan dengan matang sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin dilakukan
2.Communication
seorang manajer dapat membagi, mendeskripsikan tugas yang kepada staffnya dengan jelas. sehingga dibutuhkan komunikasi yang baik antara manajer dengan staffnya sehingga tugas yang diberikan oleh seorang manajer dapat diselesaikan oleh staffnya dengan baik
3.pengelolaan SDM
seorang manajer diharapkan dapat mengelola staffnya dengan baik. sehingga dapat terbentuk sumber daya manusia yang efektif dan efisien dan apat tercapainya tujuan bersama
4. Networking
manajer dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan para staffnya ataupun dari pihak
luar perusahaan
jadi seorang manajer harus memahami karakter bawahannya misalkan kemampuan komunikasinya keagresifannya dalam bertanya, kadar emosi bawahannya dan tentang pengetahuan suatu masalah
Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian dalam suatu perusahaan atau organisasi. manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi perusahaan. pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer, sedangkan pada perusahaan yang berskala sedang atau besar dibutuhkan beberapa orang manajer yang bertanggung jawab pada area tugas yang berbeda beda
manajer yang hanya mau menyuruh menyuruh saja tanpa mau dikoreksi apalagi disalahkan bukanlah seorang manajer yang baik. hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja para bawahannya yang dia bawahi dan akhirnya berdampak kepada kelangsungan dari perusahaan atau organisasi itu sendiri. maka ada 4 aktivitas manajer yang harus dijalani dengan baik oleh seorang manajer yaitu:
1.Traditional Management
aktivitas yang berisikan tentang keputusan, pengawasan,dan perencanaan seorang manajer didalam perusahaan yang telah dipersiapkan dengan matang sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin dilakukan
2.Communication
seorang manajer dapat membagi, mendeskripsikan tugas yang kepada staffnya dengan jelas. sehingga dibutuhkan komunikasi yang baik antara manajer dengan staffnya sehingga tugas yang diberikan oleh seorang manajer dapat diselesaikan oleh staffnya dengan baik
3.pengelolaan SDM
seorang manajer diharapkan dapat mengelola staffnya dengan baik. sehingga dapat terbentuk sumber daya manusia yang efektif dan efisien dan apat tercapainya tujuan bersama
4. Networking
manajer dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan para staffnya ataupun dari pihak
luar perusahaan
jadi seorang manajer harus memahami karakter bawahannya misalkan kemampuan komunikasinya keagresifannya dalam bertanya, kadar emosi bawahannya dan tentang pengetahuan suatu masalah
Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian dalam suatu perusahaan atau organisasi. manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi perusahaan. pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer, sedangkan pada perusahaan yang berskala sedang atau besar dibutuhkan beberapa orang manajer yang bertanggung jawab pada area tugas yang berbeda beda
Minggu, 11 September 2016
Perilaku Organisasi & pengangguran
Dijaman sekarang ini banyak lulusan sarjana yang masih kebingungan dalam mencari pekerjaaan, itu terjadi karena kurangnya lapangan pekerjaaan yang tersedia sedangkan setiap tahun banyak lulusan sarjana yang lulus dan ingin bekerja. maka sarjana sarjana tersebut khususnya lulusan fakultas ekonomi dituntut untuk tidak mengandalkan lapangan pekerjaan yang ada, tetapi harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan. karena penyerapan tenaga kerja ke perusahaan perusahaan sangat lah rendah dibandingkan dengan sumber daya manusia yang ada. dan lulusan sarjana tersebut harus lukus dengan hasil yang baik apabila ingin bersaing didalam dunia pekerjaan. semua itu ada kaitannya dengan perilaku organisasi.
perilaku organisasi adalah orang yang berperilaku terhadap organisasinya yaitu orang yang melakukan aktivitas dan hasilnya organisasi tersebut bisa tumbuh dan berkembang. dan orang- orang yang ada didalamnya memiliki tujuan yang sama serta memiliki struktur organisasi yang jelas. organisasi memiliki perangkat yang melakukan pekerjaan sesuai bidangnya dengan memiliki satu tujuan dalam organisasi. organisasi juga memiliki sistem, yaitu metode dan teknologi.
Agar organisasi dapat berjalan dengan baik maka diperlukannya komunikasi. 50% lisan dan 50% sikap/ non verbal. Agar organisasi dapat berkembang maka diperlukannya kreatifitas orang- orang dalam organisasi sehingga dapat mencapai tujuan.
Faktor-faktor penyebab terjadinya pengangguran yang diakibatkan kurangnya lapangan pekerjaan adalah:
1.Jumlah Pelamar Dengan Lowongan Pekerjaan Tidak Seimbang
Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia tidak dibarengi dengan berkembangnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan semakin banyaknya para lulusan muda yang menganggur menunggu pekerjaan.
2. keterampilan pelamar tidak sesuai kriteria
Sebuah perusahaan yang mempunyai lowongan pekerjaan akan membutuhkan pegawai yang sesuai dengan kriteria keterampilan sesuai dengan posisi yang akan di tempati oleh calon pegawai
3.kemajuan teknologi
Berkembangnya teknologi patut kita banggakan karena dengan teknologi yang semakin maju, pekerjaan manusia akan semakin mudah. Tetapi, selain memiliki efek positif terhadap pekerjaan manusia. Berkembangnya teknologi juga membuat banyak perusahaan yang hanya membutuhkan sedikit pekerja karena posisinya sudah tergantikan dengan kehadiran terknologi terbaru seperti robot.
solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengangguran adalah:
1. wirausaha
Dengan berwirausaha, selain mengurangi jumlah penganguran, hal ini dapat juga membuka lapangan pekerjaan baru. Namun kendala terbesar dalam beriwausaha adalah kurangnya modal untuk mendirikan usaha. Namun hal itu sudah bisa diatasi melalui program pemerintah untuk UKM.
2.Memperbaiki kualitas SDM yang ada
sebaiknya para SDM yang ada dibekali dengan keterampilan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
3.Membuat peraturan tentang ketenagakerjaan
Bebasnya pemilik perusahaan untuk menerapkan peraturan di perusahaannya merupakan salah satu penyebab semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Diperlukan ketegasan pemerintah melalui peraturan yang dibuatnya untuk mengatur ketenaga kerjaan di Indonesia. Hal ini harus dilakukan agar perusahaan tidak semena mena menerapkan peraturan.
contoh kasus kurangnnya lapangan pekerjaaan:
sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/1045542/34/kemiskinan-bertambah-akibat-lapangan-kerja-kurang-1442408811
solusi: jadi diharapkan pemerintah dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakatnya dan mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan bagi masyarakatnya untuk meningkatkan kualitas SDM
perilaku organisasi adalah orang yang berperilaku terhadap organisasinya yaitu orang yang melakukan aktivitas dan hasilnya organisasi tersebut bisa tumbuh dan berkembang. dan orang- orang yang ada didalamnya memiliki tujuan yang sama serta memiliki struktur organisasi yang jelas. organisasi memiliki perangkat yang melakukan pekerjaan sesuai bidangnya dengan memiliki satu tujuan dalam organisasi. organisasi juga memiliki sistem, yaitu metode dan teknologi.
Agar organisasi dapat berjalan dengan baik maka diperlukannya komunikasi. 50% lisan dan 50% sikap/ non verbal. Agar organisasi dapat berkembang maka diperlukannya kreatifitas orang- orang dalam organisasi sehingga dapat mencapai tujuan.
Faktor-faktor penyebab terjadinya pengangguran yang diakibatkan kurangnya lapangan pekerjaan adalah:
1.Jumlah Pelamar Dengan Lowongan Pekerjaan Tidak Seimbang
Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia tidak dibarengi dengan berkembangnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan semakin banyaknya para lulusan muda yang menganggur menunggu pekerjaan.
2. keterampilan pelamar tidak sesuai kriteria
Sebuah perusahaan yang mempunyai lowongan pekerjaan akan membutuhkan pegawai yang sesuai dengan kriteria keterampilan sesuai dengan posisi yang akan di tempati oleh calon pegawai
3.kemajuan teknologi
Berkembangnya teknologi patut kita banggakan karena dengan teknologi yang semakin maju, pekerjaan manusia akan semakin mudah. Tetapi, selain memiliki efek positif terhadap pekerjaan manusia. Berkembangnya teknologi juga membuat banyak perusahaan yang hanya membutuhkan sedikit pekerja karena posisinya sudah tergantikan dengan kehadiran terknologi terbaru seperti robot.
solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengangguran adalah:
1. wirausaha
Dengan berwirausaha, selain mengurangi jumlah penganguran, hal ini dapat juga membuka lapangan pekerjaan baru. Namun kendala terbesar dalam beriwausaha adalah kurangnya modal untuk mendirikan usaha. Namun hal itu sudah bisa diatasi melalui program pemerintah untuk UKM.
2.Memperbaiki kualitas SDM yang ada
sebaiknya para SDM yang ada dibekali dengan keterampilan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
3.Membuat peraturan tentang ketenagakerjaan
Bebasnya pemilik perusahaan untuk menerapkan peraturan di perusahaannya merupakan salah satu penyebab semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Diperlukan ketegasan pemerintah melalui peraturan yang dibuatnya untuk mengatur ketenaga kerjaan di Indonesia. Hal ini harus dilakukan agar perusahaan tidak semena mena menerapkan peraturan.
contoh kasus kurangnnya lapangan pekerjaaan:
JAKARTA - Keterbatasan lapangan pekerjaan di Indonesia menyebabkan angka kemiskinan terus bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari September 2014 hingga Maret 2015 angka kemiskinan naik 0,26%.
Ekonom dari Asian Development Bank (ADB) Edimon Ginting mengatakan, ada 2,7 juta pekerjaan yang diciptakan di Indonesia selama setahun, namun kapasitas tersebut tidak sebanding dengan jumlah pelamar kerja.
"Kalau kita lihat antara Februari 2014 ke 2015 bulan yang sama, ada 2,7 juta lapangan pekerjaan yang diciptakan. Tapi, ada 3 juta orang yang mencari pekerjaan. Nah, yang tidak bekerja ini, bisa menambah angka poverty (kemiskinan) di negara kita. Jadi wajar kalau angka kemiskinan Indonesia naik," jelasnya ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (16/9/2015)
Selain itu, lanjut dia, banyak para pekerja yang dengan mudah berpindah sektor pekerjaan dari sektor formal ke informal. Sedangkan selama jeda mencari pekerjaan baru, itu membutuhkan waktu yang lama terkadang.
"Jadi mereka terkadang menganggur dulu. Itu yang sebabkan Picu angka kemiskinan juga," katanya.
Sedangkan, lanjut dia, antara job dan pertumbuhan penduduk, tidak balance. Lapangan pekerjaan saat ini dengan pertumbuhan pencari kerja sekarang sudah tidak mencukupi untuk menarik pekerja.
"Ini tanda-tanda bahwa pertumbuhan pencari kerja saat ini, sudah tidak memungkinkan untuk menyerap tenaga baru. Itu yang membuat kemiskinan meningkat. Makanya insentif pemerintah, dana desa, itu penting untuk menciptakan lapangan kerja baru sementara," pungkasnya.
Ekonom dari Asian Development Bank (ADB) Edimon Ginting mengatakan, ada 2,7 juta pekerjaan yang diciptakan di Indonesia selama setahun, namun kapasitas tersebut tidak sebanding dengan jumlah pelamar kerja.
"Kalau kita lihat antara Februari 2014 ke 2015 bulan yang sama, ada 2,7 juta lapangan pekerjaan yang diciptakan. Tapi, ada 3 juta orang yang mencari pekerjaan. Nah, yang tidak bekerja ini, bisa menambah angka poverty (kemiskinan) di negara kita. Jadi wajar kalau angka kemiskinan Indonesia naik," jelasnya ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (16/9/2015)
Selain itu, lanjut dia, banyak para pekerja yang dengan mudah berpindah sektor pekerjaan dari sektor formal ke informal. Sedangkan selama jeda mencari pekerjaan baru, itu membutuhkan waktu yang lama terkadang.
"Jadi mereka terkadang menganggur dulu. Itu yang sebabkan Picu angka kemiskinan juga," katanya.
Sedangkan, lanjut dia, antara job dan pertumbuhan penduduk, tidak balance. Lapangan pekerjaan saat ini dengan pertumbuhan pencari kerja sekarang sudah tidak mencukupi untuk menarik pekerja.
"Ini tanda-tanda bahwa pertumbuhan pencari kerja saat ini, sudah tidak memungkinkan untuk menyerap tenaga baru. Itu yang membuat kemiskinan meningkat. Makanya insentif pemerintah, dana desa, itu penting untuk menciptakan lapangan kerja baru sementara," pungkasnya.
sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/1045542/34/kemiskinan-bertambah-akibat-lapangan-kerja-kurang-1442408811
solusi: jadi diharapkan pemerintah dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakatnya dan mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan bagi masyarakatnya untuk meningkatkan kualitas SDM
Langganan:
Postingan (Atom)